teruntuk teman di 18 Mei

holla 21 tahun

haruslah saya memberikan selamat bernada teror padamu ataukah sebuah selamat berasa syukur untukmu?

mungkin keduanya atau tidak sama sekali,

ya, katakanlah saya lebih tua dari mu 3 bulan, yang berarti 21 tahun saya sudah saya lewati selama 3 bulan ini. satu hal yang terlintas dalam pikiran saya yaitu “sudah melakukan apa saja kamu?” kehampaan pun datang mengunjungi dimalam 21 tahun, apakah itu terjadi padamu? ntahlah, yang jelas didetik 21 tahun itu saya merasa diteror dengan apa yang telah saya lakukan pun mimpi-mimpi yang saya agungkan dan akhirnya lupa untuk mengucap rasa syukur, semoga tidak terjadi padamu. bagaimanapun untuk kamu melakukan sesuatu kamu harus hidup untuk hidup kamu kamu harus bersyukur pada yang memberi hidup. seperti ituah~

teruntuk teman di 18 Mei

seseorang yang saya kenal di 3 tahun yang lalu

seseorang yang saya kenal dengan mulutnya yang terkunci dan ekspresinya yang membeku

teruntuk teman di 18 Mei

seseorang yang saya kenal di di 3 tahun yang lalu

seseorang yang menyukai fotografi dan jurnalistik

seseorang yang pernah membuat saya iri karena dia memiliki ‘sesuatu’

teruntuk teman di 18 Mei

seseorang yang saya kenal mempunyai banyak mimpi tapi buntu untuk mewujudkannya

seseorang yang kemudian berubah mempunyai banyak cara dan jalan untuk mewujudkan mimpinya

saya pikir dia tidak akan menemukan sebuah jembatan untuk menyusuri indahnya pelangi pun tak punya kuasa untuk menentang kilaunya mentari, tapi tidak saya salah !

teruntuk teman di 18 Mei

terimakasih telah hidup dan menjadikan hidupmu untukmu dan untuk semesta serta lingkaranmu yang mengamini

dan selamat ! sebuah kata selamat yang saya lontarkan untukmu agar selalu berproses

banyak yang mempunyai mimpi

banyak orang yang akan melepaskan mimpinya hanya karena segerintil batu kecil yang menusuk kaki mereka

banyak orang yang memutar balikan keinginan dan memutuskan harapan untuk mimpinya

tapi masih banyak didunia ini yang terus memperjuangkan mimpinya

hidup ini mudah, dengan lantang saya katakan TIDAK

tapi menjalani hidup ini dengan jalanmu setidaknya tidak akan membuatmu menyalahkan dunia dengan apa yang menimpamu, setidaknya kamu akan bahagia pun sengsara atas kehendakmu, setidaknya kamu bukanlah seoonggok zombie !

 

teruntuk teman di 18 Mei

yang sedang ada dihadapan saya

terimakasi sudah mengamini bahwa dirimu adalah

MUTHIA KARIMA

Advertisements

di pinggir jalan

ketika semua neutron dalam otak beradu satu

menyembah dengan nama menghamba, lalu perasaan hati yang dianggap menjijikan. dimana kamu manusia?

aku berpikir seorang diri di tengah hiruk pikuk kota Purwokerto dimalam hari disebuah cafe yang ramai jika kamu melihatnya.

ramai, aku sepi

ramai, aku sendiri

ramai, aku berkabung

lagi sekali lagi bunuh aku, kemudian ketika aku berpikir dan berkaca tentang siapa diri ini, pantaskah untuk mengumpat?

merasa diri benar. mungkin !

ketika ingin menyalahkan tersendat dalam tenggorakan seperti muntahan yang ditelan kembali, menjijikan !

aku berdiri tidak aku duduk. kemudian aku diam, semua berkecambuk, mari damaikan hati.

kamu tau perbedaan bunuh diri dan penghancuran diri? ya tepat, sama saja lalu kamu mati !

hari ini malam ini hina mengunjungiku kembali, merintih menjijikan betapa lemahnya diri. bukankah aku juga manusia. seperti kamu atau “kita” yang sering kamu sebut.

campakan lalu buang

bingang disepinya malam

hancurkan dengan sebuah pembenaran

lemah kamu manusia !

lalu berlalu

Loja, pinggir jalan

21:29 – 20 Juni 2013

saya ingin anda !

Saya ingin anda !

anda bilang “ kamu hanya melipat jemari-jemari kedua tanganmu kemudian kamu taruh didagumu, meyiraratkan binar melihat sekitar dalam jendela, hanya tahu tidak merasakan apa gunanya, kamu terlalu nyaman diruang itu, ayo keluar dan rasakan”

saya hanya mengangguk dalam diam menginsyaratkan saya menyetujui semua perkatan anda, mengapa anda begitu bersinar?

Kita melewati malam itu bersama, dulu saya masih ingat betul saat pertama kita bertemu, anda melipat jemari kedua tangan anda membentuk love mengarahkannya kepada saya, saya bingung, anda begitu aneh saat itu.

Anda bertanya pada saya “ kamu gak tertarik buat pacaran”

“enggak” jawab saya singkat, saya berharap tidak ada ekspresi yang aneh yang anda keluarkan untuk merespon saya, apakah saya tampak bodoh?

Anda melajutkan “ kamu harus melakukan sesuatu, agar kamu dilihat”

Tahukah anda, sekarang saya sedang menulis tentang anda, bisakah anda melihatnya? Berharap anda tidak akan melihat ini sampai kapanpun.

 “ kalau kamu bisa ke korea dan meraih mimpimu, aku sangat salut” itu yang anda katakan kemudian

Saya akan memastikan anda mengulurkan tangan anda dan berucap “selamat” pada saya.

Anda tidak tampan andapun tidak jelek tapi saya menyukai semua yang ada pada anda

Saya tidak melihat anda sebagai seorang pria

Saya tidak menyukai anda sebagai seorang wanita

Saya hanya anak perempuan yang dielus kepalanya oleh perkataan anda, mengapa anda begitu bersinar?

Saya ingin anda

Anda menarik saya keluar dari ruang itu

Anda membuat saya sakit, itu menyakitkan

Anda membuat saya tahu, anda tahu betul apa yang ada dipikiran saya, anda hanya diam

Anda tahu itu tidak mungkin, anda ingin menarik saya keluar, saya hanya diam

Anda membuat saya sakit, itu menyakitkan

Anda membuat saya menginginkan anda, apakah saya akan hebat bila andalah yang disamping saya?

Akankah anda mengelus kepala saya setiap anda membuat saya sakit?

Saya ingin anda

Dia beruntung, selamat 🙂

130213

saya sedang iri !

ini hanya perihal hasrat sebenarnya, bukan bakat !

yakinlah saya adalah juga manusia yang mempunyai rasa iri

bukan karena saya jomblo

bukan karena saya bego

bukan karena saya tidak bejo

hanya karena hasrat “beronani” yang sangat tinggi. saya pikir akan sangat baik untuk memulai sesuatu tanpa diberitahukan dulu. sebelum saya yakin saya siap untuk keluar dari zona ketidakpercayaan diri ini.

saya pikir ini harus sempurna sebelum semuanya tahu. saya pikir saya bisa !

saya banyak melihat sekeliling saya, mereka hebat mereka melakukan sesuatu mereka punya bakat mereka rajin dan mereka mempunyai mimpi juga hasrat. kemudian saya bercermin saya melihat diri saya dari pantulan kaca itu, saya pikir saya hebat dan luar biasa, hampir semua mata pelajaran SD SMP SMA KULIAH saya bisa, dan hanya sedangkal itu saya berprestasi walaupun tidak pernah menjadi nomer 1.

saya iri !

mereka menangis karena kecewa

mereka tertawa karena bahagia

saya diam. apa yang saya rasakan, saya tidak pernah mengerjakan sesuatu secara sungguh-sungguh, apa tentang apa saya pernah bekerja keras? tidak ada !

saya iri !

saya ingin menangis karena kecewa ataupun bahagia

sayapun ingin tertawa bahagia meliahat kerja keras saya

itu tidak pernah terjadi lagi setelah saya masuk smp. saya pikir saya sangat hebat ketika berada ditingkat dasar, saya pernah mengalami masa itu dan saya ingin mengulanginya kembali.

saya iri !

ketika saya memutuskan untuk mengerjakan sesuatu hal itu terhenti karena saya iri, saya tidak mampu, saya tidak percaya diri, langit yang kita naungi bersama terlihat lebih indah dari sisi anda.

saya iri !

saya ingin seperti anda, tapi saya tetap ingin menjadi saya.

mungkin

anda hebat karena detikdetik yang lalu anda sering melakukan hal ini. tapi ini yang pertama bagi saya. anda mempunyai bakat dan bisa menyalurkannya melalui hasrat. tapi saya belum menyadari apa bakat saya dan sayapun tidak memiliki hasrat yang menggebu. saya pikir saya kurang pemicu !

mereka berbakat dan bekerja keras

mereka tidak berbakat dan bekerja keras

saya ? 

saya iri !