1 Oktober 2014

aku tidak pernah mengerti hubungan rindu dengan perginya matahari kesisi yang lain dari tempatku

aku tidak pernah mengerti hubungan rindu dengan mu

aku tidak pernah mengerti mu

bagaimana sekarang? aku selalu berada dalam atmosfer yang mengharamkan untuk merindukanmu.

bagaimana sekarang? kerinduanku terus bersikukuh untuk diberi perlakuan. perlakuan seperti sebuah tamparan

kau tau, ini sungguh menyedihkan untuk aku beberkan dalam sebuah tulisan

mari akhiri saja dalam sebuah tanda tanya

tunggu, tanda tanya? tanda tanya yang seperti puzzle raksasa

berapa lama aku harus menyusunnya untuk menemukan sebuah jawaban tentang rupa

rupa mu

Advertisements

selamat!

merangkak

tersungkur tersungkur

melangkah melangkah melangkah

berjalan berjalan berjalan berjalan

terjatuh terjatuh terjatuh terjatuh terjatuh

bangkit bangkit bangkit bangkit

berjalan berjalan berjalan

berlari berlari berlari

berdiri TEGAP !

sebuah proses

penipu ulung

bagaimanapun saya adalah penipu ulung

tenggelam walau berpuluh orang akan merasa terluka

walau seorang akan merasa berdosa

 terpuruk dalam penipuan yang diciptakan

jengah dengan semua kepalsuan

siapa yang saya bicarakan

seorang anak perempuan yang menyedihkan

dia butuh pertolongan

tidak seberat ini jika kamu ada

kamu tidak perlu berbicara sepatah katapun

kamu hanya perlu duduk dan memandanginya serta mengerlus kepalanya

tapi jangan hiraukan harapannya

dia tidak membutuhkan siapapun, biarkan dia berdiri disini sendiri

dalam tangisan yang menjijikan

hempaskan dia dari pandangan

biarkan dia terbakar oleh kesedihannya

jangan pernah ulurkan tanganmu tapi tolong cacilah dia

aku

aku berharap sekarang adalah aku

adalah aku untuk

dan untuk

bukan hanya untuk

dan untuk

aku berbeda bukan karna

tapi ini

aku bukan aku

yang ketika ini

dan ketika itu

diwaktu

aku

bukan aku

tapi

itu aku

tapi

itu juga

bukan aku

aku?

 

sepatu

lusa lalu cendrawasih burjo, terjadi perbincangan karna aku melontarkan sepatu. mencari pasangan itu seperti mencari sepatu, harus gonta ganti dan menemukan yang cocok. sayangnya aku tidak mengamini hal itu.

bagiku, mencari pasangan adalah ketika takdir yang mempertemukan kita, ketika tidak ada ragu untuk mencintainya, ketika mata kita bertemu dan yakin aku untuk kamu dan kamu untuk aku. yakin tanpa ragu karna kita adalah takdir satu sama lain.

sayangnya adalah aku memegang prinsip itu yang ngebuat aku yang berumur 19 tahun ini tetap sendiri. karna aku hanya ingin satu karna aku hanya satu.

malam kemarin seorang teman mengirimi aku sebuah pesan yang berisi :

kolektor sepatu

aku, memilah milih sepatu. memilah milih mana yang pas. kukenakan selagi baru. sebelum aku bosan, atau mungkin usang. jadi bekas.

bekas

bekas

bekas

sesudahnya, bisa saja ku pakai kapanpun. toh yang bekas itu sudah kususun rapi di rak. yang tak layak kubuang jauh.

layaknya aku dan bekas-bekas pacarku.

(sayangnya manusia, perasa, dan selalu berharap, bukan sepatu)

-cendrawasih burjo Ka qyu-

ini adalah gambaran malam lalulalu mengenai perbincangan kita soal sepatu.

aku mengamini bahwa banyak yang mengamini analogi sepatu itu, sayangnya itu bukan aku.